Merancang dan Melaksanakan Pembelajaran


A.Merancang Pembelajaran

1. Menentukan bentuk pembelajaran

Bentuk pembelajaran ( klasikal, kelompok atau individual ) sangat menentukan metode, pendekatan, startegi dan model pembelajaran yang akan diterapkan guru. Untuk itu ada baiknya anda baca tulisan ini

a.. Pembelajaran Secara Klasikal

Pembelajaran klasikal cenderung digunakan oleh guru apabila dalam prosesbelajarnya lebih banyak bentuk penyajian materi dari guru. Penyajian lebihmenekankan untuk menjelaskan sesuatu materi yang belum diketahui ataudipahami oleh siswa. Read more…

Konsep Pendidikan Berkarakter


Sebenarnya dalam kurikulum KTSP berbasis kompetensi jelas dituntut muatan soft skill yang tertuang dalam emotional intelligence (EQ), dan spiritual intelligence (SQ). Namun penerapannya tidaklah mudah sebab banyak tenaga pendidik tidak memahami apa itu soft skill dan bagaimana penerapannya. Soft skill merupakan bagian ketrampilan dari seseorang yang lebih bersifat pada kehalusan atau sensitifitas perasaan seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Mengingat soft skill lebih mengarah kepada ketrampilan psikologis maka dampak yang diakibatkan lebih tidak kasat mata namun tetap bisa dirasakan. Akibat yang bisa dirasakan adalah perilaku sopan, disiplin, keteguhan hati, kemampuan kerja sama, membantu orang lain dan lainnya. Keabstrakan kondisi tersebut mengakibatkan soft skill tidak mampu dievaluasi secara tekstual karena indikator-indikator soft skill lebih mengarah pada proses eksistensi seseorang dalam kehidupannya. Pengembangan soft skill yang dimiliki oleh setiap orang tidak sama sehingga mengakibatkan tingkatan soft skill yang dimiliki masing-masing individu juga berbeda.

Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib.

Anda butuh konsep ini ? silahkan anda download

Proposal PPK SMP Terbuka


Dewasa ini bangsa Indonesia telah memasuki milenium ketiga dimana globalisasi telah menjadi tantangan yang harus dijalani. Begitu pula dengan dimulainya AFTA dan AFLA secara internasional, sehingga persaingan tenaga kerja akan semakin terbuka. Konsekwensinya tenaga kerja kita harus mampu bersaing dengan tenaga kerja asing dari berbagai negara.

Oleh karena itu upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan perlu terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar kerja baik untuk skala nasional, regional dan internasional.

Sesuai dengan digulirkannya program “ Program Pendidikan Keterampilan “ yang merupakan kebijakan Mentri pendidikan Nasional, kami senantiasa berupaya menyikapi sesuai dengan dengan harapan pemerintah bahwa para lulusan yang akan langsung memasuki dunia kerja memiliki kompetensi yang memadai serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja.

versi lengkap dapat anda download, semoga bermanfaat

Manajemen iklim kelas


( artikel ini kami peroleh dari http://laboratorium-um.sch.id )
A. Pengertian Manajemen Iklim Kelas
Manajemen iklim kelas yang baik diperlukan agar kelas menjadi kondusif bagi aktivitas belajar anak. Bagaimanapun cermatnya guru dalam merancang sistem pembelajaran — (rumusan tujuan pembelajarannya sangat operasional, bahan pembelajaran sudah relevan dengan tujuan, strategi pembelajarannya tepat, demikian pula material belajar dan media yang digunakan lengkap) –, tidak akan mampu mengoptimalkan aktivitas belajar anak, manakala guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik. Dengan lain perkataan, perencanaan sistem pembelajaran yang baik tidak dengan sendirinya mampu menciptakan aktivitas belajar anak secara optimal, tanpa diikuti oleh iklim kelas yang kondusif. Oleh karena itu, untuk menopang kelancaran belajar anak, di samping perencanaan sistem pembelajarannya yang optimal, iklim kelas dan ruang kelasnyapun juga harus kondusif. Read more…

Penerapan quantum learning


a. Lahirnya Konsep Quantum Learning

Menurut Porter dan Hernacki (2001: 15) Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif di sekolah dan bisnis untuk semua tipe orang dan segala usia. Quantum Learning pertama kali digunakan di Supercamp. Di Supercamp ini menggabungkan rasa percaya diri, keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan. Read more…

Profile sekolah standar nasional


Profil SKM/SSN terdiri dari tujuh komponen, dimana setiap komponen terdiri dari beberapa aspek dan indikator sebagai berikut :

A.    Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

Sekolah  memiliki  dokumen  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan          (KTSP)  yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri dengan membentuk Tim KTSP. Komponen KTSP memuat tentang visi, misi, tujuan, dan struktur dan muatan KTSP. KTSP dilengkapi dengan silabus yang penyusunannya melibatkan seluruh guru dari sekolah yang bersangkutan. Aspek dan indikatornya adalah : Read more…

Karakteristik sekolah standar nasional


A.    Pengertian SKM/SSN

1.    Sekolah  Kategori  Mandiri  (SKM)/Sekolah  Standar  Nasional  (SSN)  adalah sekolah yang hampir atau sudah memenuhi standar nasional pendidikan.

2.    Standar  Nasional  Pendidikan  adalah  kriteria  minimal  tentang  sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan terdiri dari delapan standar yaitu   standar isi, standar, kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pengertian masing-masing standar tersebut adalah: Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.